Catatan Perjalanan Yogyakarta menuju Jakarta

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

panturaBeberapa bulan yg lalu saya naik bis dari Yogyakarta menuju Jakarta. Namun menjelang subuh, ketika baru sampai Indramayu, lalu lintas tdk bergerak sama sekali krn ada perbaikan jalan.

Akhirnya saya putuskan untuk pamitan ke pak Sopir bis untuk turun di Indramayu saja. Setelah sholat subuh, sarapan, sambil menunggu suasana jalan lebih kondusif, saya jalan kaki cukup jauh. Lalu beberapa kali pindah2 angkot, hingga saya ketemu bis jurusan Kuningan – Jakarta.

Maka naiklah saya ke bis tsb dan duduk di belakang sopir. Sopir bis tsb berperawakan sangar (seperti preman), mengemudikan bis dg ugal2an. Srobot sana-sini. Tak jarang berjalan di bahu jalan, bahkan sering sekali nyebrang ke jalur sebelah melawan arus di jalur pantura. Sehingga harus kucing2an dg petugas lalu lintas. Bila di kejauhan terlihat ada polisi, sang kenek memberi tahu : “ada polisi ada polisi!”

Sang sopir pun dg sigap kembali ke jalur “yg benar” tentunya dg menyerobot kendaraan lain.

Namun di tengah “aksinya” tsb, tiba2 hp milik sopir berdering. Lalu sang sopir terlihat sedang berbicara dg seseorang melalui hp tsb.

Saya yg duduk di belakangnya dg sangat jelas mendengar isi pembicaraan pak sopir. Kira2 berikut petikan pembicaraanya:

Pak Sopir (S) : bapak masih kerja
………
S : iya nanti sore bapak pulang
……………
S : iya nanti sore main ke timezone sama bapak
…….
S : sudah ya, bapak masih kerja ini.

Lalu pak sopir menutup pembicaraannya.

Dari pembicaraanya tsb tampak pak sopir yg sangar dan ugal2an tsb sdg berbicara dg anakny yg masih kecil yg merengek minta ditemani main ke timezone .

Terlepas dari “ugal2annya”, itu lah yg terjadi pada keumuman para kepala keluarga. Mereka bergelut dg pekerjaannya, berjibaku di jalan, dan tdk sedikit yg menantang resiko yg besar, agar dapurnya tetap mengepul dan anak2nya bisa tersenyum. Di pikirannya mungkin sedang berkecamuk berbagai kebutuhan yg harus dipenuhi, berbagai tagihan, dan permintaan istri maupun anak. Kadang kala sebagian tdk berdaya menghadapi berbagai tuntutan tsb, sehingga tergoda untuk menempuh jalan yg tdk benar.

Itulah mungkin yg menjadi salah satu hikmah mengapa Allah dan Rasul-Nya menekankan pentingnya berbakti kpd orang tua, dan wajibnya istri taat kepada suaminya.

Rasulullah saw. jg secara khusus telah memberikan warning kpd para wanita:

ﺃُﺭِﻳﺖُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀُ ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﻗِﻴﻞَ ﺃَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻟْﻌَﺸِﻴﺮَ ﻭَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻟْﺈِﺣْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻮْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻦَّ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﺛُﻢَّ ﺭَﺃَﺕْ ﻣِﻨْﻚَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻨْﻚَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ

“Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“.

( HR. Shahih al-Bukhari, Muslim, dan An Nasai.)

ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎﻛَﻤَﺎﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲْ ﺻَﻐِﻴْﺮَﺍ.

“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

“ Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa ”

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻛْﻔِﻨِﻲْ ﺑِﺤَﻼَﻟِﻚَ ﻋَﻦْ ﺣَﺮَﺍﻣِﻚَ ﻭَﺃَﻏْﻨِﻨِﻲْ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﻋَﻤَّﻦْ ﺳِﻮَﺍﻙَ .

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.”

Catatan perjalanan Yogyakarta – Jakarta 8/6/2015. – arham –

Comments

comments

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *